Akhirnya setelah sekian lama gak update blog ini, dibuka dengan tulisan perpisahan saya dengan oriflame
pengorbanan banget nih nulisnya, susah,keyboard spasi dicopot sama anak ku :((
Mungkin ada beberapa diantara teman2 yg penasaran dengan status keanggotaan oriflame saya...
setelah beberapa waktu yg lalu saya aktif menjalankan bisnis oriflame, sekarang ini saya memutuskan untuk berhenti.
Alasan saya berhenti menajalankan bisnis oriflame ini adalah karena saya ragu akan kehalalan sistem bisnis MLM ini.
Saya tidak bisa bercerita banyak tentang hukum bisnis MLM dalam islam, karena memang saya tidak punya banyak ilmu tentang itu.
Temen2 bisa buka link dibawah untuk mendapatkan info ttg kehalalan MLM dalam islam
http://jacksite.wordpress.com/2007/07/25/akhirnya-mlm-halal-dalam-islam/
Note : Saya memang belom yakin 100% apakah MLM oriflame ini halal/haram. Saya masih ragu.
Dan saya ingin meninggalkan sesuatu yg meragukan, saya ingin sesuatu yg pasti (pasti halal) :)))
Selamat mencari rejeki yg halal temans.....
Tampilkan postingan dengan label Tentang Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Hidup. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Juni 2014
Rabu, 11 Desember 2013
Kepo deeehhhh
Belajar untuk tidak selalu berprasangka, dari kejadian tadi pagi nih..
Seperti biasa setiap hari ada ART datang dari jam 7 sampai 9an buat bantu nyuci+gosok+ngepel.
Tadi pgi aku gak sengaja liat sebuah amplop bertulis “surat untuk ibu” di dekat mesin cuci.
Langsung berfikir “wadduh surat apa ya? Surat resign kah? Surat minta kenaikan gaji kah? Atau surat minjem duit? Tapi masa iya, pake surat segala…. Mikiir terus, apaan ya, atau ada yg salah sama aku…
Klo dia berenti gmana ya? Klo dia minta naik gaji kabulin ga ya? tp masa sih minta naek gaji, blom jg setahun, trus kerjanya juga cuma 2 jam-an? (mulai perasangka buruk sama dia nih, hihi ) klo dia minjem duit, berapa ya? Pokoknya mikir terus tentang kemungkinan isi surat itu, sampai ga konsentrasi buat masak..hihihi
Ketika semua kerjaan udah beres dan dia pamit untuk pulang (ehhmm..siap2 mau dikasih surat)…
Dia bilang “bu, udah beres, pulang dulu ya, mau ke kantor pos nih, ngirim surat …..“
Tettttoooottt…ternyataaa…perki raan
aku tadi salah, stelah capek2 memikirkan kemungkinan ini itu, ini itu,
surat itu bukan buat aku..hihihi…malu dalam hati, keGRan..
Seperti biasa setiap hari ada ART datang dari jam 7 sampai 9an buat bantu nyuci+gosok+ngepel.
Tadi pgi aku gak sengaja liat sebuah amplop bertulis “surat untuk ibu” di dekat mesin cuci.
Langsung berfikir “wadduh surat apa ya? Surat resign kah? Surat minta kenaikan gaji kah? Atau surat minjem duit? Tapi masa iya, pake surat segala…. Mikiir terus, apaan ya, atau ada yg salah sama aku…
Klo dia berenti gmana ya? Klo dia minta naik gaji kabulin ga ya? tp masa sih minta naek gaji, blom jg setahun, trus kerjanya juga cuma 2 jam-an? (mulai perasangka buruk sama dia nih, hihi ) klo dia minjem duit, berapa ya? Pokoknya mikir terus tentang kemungkinan isi surat itu, sampai ga konsentrasi buat masak..hihihi
Ketika semua kerjaan udah beres dan dia pamit untuk pulang (ehhmm..siap2 mau dikasih surat)…
Dia bilang “bu, udah beres, pulang dulu ya, mau ke kantor pos nih, ngirim surat …..“
Tettttoooottt…ternyataaa…perki
Teori baruku
Pas chat sama salah satu prospect, tiba2 keluar teori baru dr tanganku (krn ngetik ya, bukan ngomong, hihihi)
"Kita harus menyesuaikan keadaan terhadap mimpi, bukan menyesuaikan mimpi terhadap keadaan "
Jadi ibaratnya jika punya mimpi bikin kue, sesuaikan/bikin keadaan kita supaya bisa bikin kue, misalnya meluangkan waktu, mencari resep, mencari bahan2. Jangan kebalik, karena ga punya waktu, ga punya resep, ga punnya bahan2 jadi mimpinya di cancle aja, ga usah jadi bikin kue...
Resikonya, ya ga bisa nikmatin kue bikinan sendiri
Bener ga sih teoriku itu??? ;))
"Kita harus menyesuaikan keadaan terhadap mimpi, bukan menyesuaikan mimpi terhadap keadaan "
Jadi ibaratnya jika punya mimpi bikin kue, sesuaikan/bikin keadaan kita supaya bisa bikin kue, misalnya meluangkan waktu, mencari resep, mencari bahan2. Jangan kebalik, karena ga punya waktu, ga punya resep, ga punnya bahan2 jadi mimpinya di cancle aja, ga usah jadi bikin kue...
Resikonya, ya ga bisa nikmatin kue bikinan sendiri
Bener ga sih teoriku itu??? ;))
Ikuti Step by Stepnya saja
klo lagi punya cita2 pengen membuat suatu makanan, ketika liat resepnya yg panjang dan rumit itu rasanya males...
Tapi ketika resep itu dikerjakan “step by step” ternyata bisa juga..dan cita2 membuat makanan yg diinginkan tercapai
Sama juga, ketika punya cita2 ingin sukses menjalankan bisnis oriflame, melihat ilmu yg ada untuk menjalankanya begitu banyak dan memusingkan, rasanya ga mungkin banget bisa menjalankanya..
Ternyata setelah dijalankan “step by step”, sesuai dengan ilmu yg ada, Alhamdulillah jadi terasa ringan dan asiik menjalaknya…
Bisnis oriflame ku di www.gajirumahan.com
Tapi ketika resep itu dikerjakan “step by step” ternyata bisa juga..dan cita2 membuat makanan yg diinginkan tercapai
Sama juga, ketika punya cita2 ingin sukses menjalankan bisnis oriflame, melihat ilmu yg ada untuk menjalankanya begitu banyak dan memusingkan, rasanya ga mungkin banget bisa menjalankanya..
Ternyata setelah dijalankan “step by step”, sesuai dengan ilmu yg ada, Alhamdulillah jadi terasa ringan dan asiik menjalaknya…
Bisnis oriflame ku di www.gajirumahan.com
Inginku...
Keinginanku sekarang: pengen punya usaha, punya penghasilan sendiri
Keadaan ku sekarang ini : ga punya modal uang yg besar, ga bisa keluar rumah dengan bebas, bingung entah bisnis apa yg harus dijalanin, takutnya dengan pengetahuan yg minim, bisnisnya malah gagal atau kena tipu orang.
Tapi satu yg aku punya, aku punya tekad yg kuat untuk merubah keadaanku sekarang.
Penyesuaian 2 keadaan ini adalah, aku bergabung di oriflame bersama dBC Network. Karena bisnis oriflame ini modal relatif kecil, bisa dijalankan dirumah, ada pembimbingnya, kita bener2 di bimbing dalam menjalankan bisnis ini, sampai kita bisa mandiri. Ga takut dan bingung lagi deh nejalanin bisnisnya
Keadaan ku sekarang ini : ga punya modal uang yg besar, ga bisa keluar rumah dengan bebas, bingung entah bisnis apa yg harus dijalanin, takutnya dengan pengetahuan yg minim, bisnisnya malah gagal atau kena tipu orang.
Tapi satu yg aku punya, aku punya tekad yg kuat untuk merubah keadaanku sekarang.
Penyesuaian 2 keadaan ini adalah, aku bergabung di oriflame bersama dBC Network. Karena bisnis oriflame ini modal relatif kecil, bisa dijalankan dirumah, ada pembimbingnya, kita bener2 di bimbing dalam menjalankan bisnis ini, sampai kita bisa mandiri. Ga takut dan bingung lagi deh nejalanin bisnisnya
Tiap orang punya sifat yg beda
Ketika
aku prospek orang, aku menceritakan bisnis yg sedang aku jalanin,
sharing, klo sebenernya ada loh bisnis oriflame, yg bisa dijalankan
dengan fleksible, hasilnya nyata untuk yg serius menjalankan. Barangkali
ada teman2 yg ingin punya bisnis, tp masih bingung bisnis apa, ga punya
pengalaman dan ga punya modal banyak, ga bisa ninggalin rumah/anak2
tapi pengen punya penghasilan sendiri, membantu suami mencari nafkah, atau pengen punya penghasilan kedua selain penghasilan dikantornya.
Klo ternyata hasilnya yg di prospek itu mau gabung alhamduillah banget, klo engga ya gpp...ga akan delete kontak...
Klo pun ada sebagian orang ya begitu(delete contact krn ga mau gabung), itu kan hak mereka, terserah..setiap orang kan beda2..
Tukang bakso pun beda2...ada yg bersikap : klo ga beli bakso di tempatnya dilarang parkir di depan warungnya, tapi ada juga tukang bakso yg bersikap : silakan aja parkir didepan warungnya, selama masih kosong. Beda2 toohhh....
Jadi semua itu tergantung sifat masing2 individu ya, bukan profesi. ;))
Klo ternyata hasilnya yg di prospek itu mau gabung alhamduillah banget, klo engga ya gpp...ga akan delete kontak...
Klo pun ada sebagian orang ya begitu(delete contact krn ga mau gabung), itu kan hak mereka, terserah..setiap orang kan beda2..
Tukang bakso pun beda2...ada yg bersikap : klo ga beli bakso di tempatnya dilarang parkir di depan warungnya, tapi ada juga tukang bakso yg bersikap : silakan aja parkir didepan warungnya, selama masih kosong. Beda2 toohhh....
Jadi semua itu tergantung sifat masing2 individu ya, bukan profesi. ;))
Kamis, 05 Desember 2013
MLM....
Salah satu alasan saya menjalani bisnis MLM adalah ketika membaca "follow your passion" by Muadzin F. Zihad..
Penulis memang tidak menyarankan untuk menjalankan bisnis MLM, dan buku ini bukanlah buku tentang MLM, hanya mengulas sedikit pengalaman penulis mengenai bisnis MLM.
Penulis menceritakan bahwa dari bisnis MLM lah dia dengan sengaja membentuk mental entreupreneur untuk yg pertana kali, dimana mental entreupreneur ini merupakan modal yg paling penting bagi kita untuk menjadi seorang pengusaha..
Menurut dia, di MLM ini dia menempa mental, memperkaya wawasan dan pengetahuan kewirausahaan, dengan cara mengikuti seminar2, membaca buku2 dan mendengarkan kaset serta CD motivasi. Belum lagi ditambah praktek2 langsung di bisnis MLM seperti, prospecting, presentasi, jualan langsung, menjadi leader dll. Secara tidak langsung hal2 tersebut mendorong perkembangan karakter serta kepribadian penulis.
Saya pun sama, gabung di bisnis MLM, berharap mendapatkan ilmu untuk bekal menjadi seorang entrepreur kelak...
Setelah mempelajari sistem dan track record perusahaanya, bisnis MLM yg saya pilih adalah MLM oriflame,
Yg mau belajar menjadi seorang entrepreneur melalui bisnis MLM silakan hubungi saya di pin bb 746B4047 atau klik www.gajirumahan.com lalu klik "gabung sekarang"
Penulis memang tidak menyarankan untuk menjalankan bisnis MLM, dan buku ini bukanlah buku tentang MLM, hanya mengulas sedikit pengalaman penulis mengenai bisnis MLM.
Penulis menceritakan bahwa dari bisnis MLM lah dia dengan sengaja membentuk mental entreupreneur untuk yg pertana kali, dimana mental entreupreneur ini merupakan modal yg paling penting bagi kita untuk menjadi seorang pengusaha..
Menurut dia, di MLM ini dia menempa mental, memperkaya wawasan dan pengetahuan kewirausahaan, dengan cara mengikuti seminar2, membaca buku2 dan mendengarkan kaset serta CD motivasi. Belum lagi ditambah praktek2 langsung di bisnis MLM seperti, prospecting, presentasi, jualan langsung, menjadi leader dll. Secara tidak langsung hal2 tersebut mendorong perkembangan karakter serta kepribadian penulis.
Saya pun sama, gabung di bisnis MLM, berharap mendapatkan ilmu untuk bekal menjadi seorang entrepreur kelak...
Setelah mempelajari sistem dan track record perusahaanya, bisnis MLM yg saya pilih adalah MLM oriflame,
Yg mau belajar menjadi seorang entrepreneur melalui bisnis MLM silakan hubungi saya di pin bb 746B4047 atau klik www.gajirumahan.com lalu klik "gabung sekarang"
Jumat, 29 November 2013
Mompreneur dengan background pendidikan yg tidak tinggi
Sedang mengamati 3 orang mompreneur, dengan background pendidikan yg tidak tinggi...
1. Ibuku, lulusan SMP, mempunyai usaha waarung makan + cateringnya, menurutku dia sudah berhasil megurus usahanya itu, sehingga bisa bertahan dan berkembang dari tahun 1990 sampai sekarang.
2. Kakaku, Susi Anjar, lulusan STM, yg berhasil mengembangkan butik onlineya, http://rumahjahithaifa.com/
3. Eyang upline ku, Yulia Riani, lulusan STM, dia berhasil menjalankan bisnis oriflamenya. Gajinya skr itu 40 juta-an/bulan, Cash award 56 juta + mendapatkan CRV gratis.
Dunia bisnis itu adil ya, tidak memandang background pendidikan
siapa yg bertahan, tekun, dialah yg sukses.
Saya, dengan keterbatasan saya sekarang ini : tidak bebas keluar rumah, tidak mempunyai modal besar, memilih menjalankan bisnis oriflame dirumah saja.
Bisnis saya di www.gajirumahan.com
1. Ibuku, lulusan SMP, mempunyai usaha waarung makan + cateringnya, menurutku dia sudah berhasil megurus usahanya itu, sehingga bisa bertahan dan berkembang dari tahun 1990 sampai sekarang.
2. Kakaku, Susi Anjar, lulusan STM, yg berhasil mengembangkan butik onlineya, http://rumahjahithaifa.com/
3. Eyang upline ku, Yulia Riani, lulusan STM, dia berhasil menjalankan bisnis oriflamenya. Gajinya skr itu 40 juta-an/bulan, Cash award 56 juta + mendapatkan CRV gratis.
Dunia bisnis itu adil ya, tidak memandang background pendidikan
siapa yg bertahan, tekun, dialah yg sukses.
Saya, dengan keterbatasan saya sekarang ini : tidak bebas keluar rumah, tidak mempunyai modal besar, memilih menjalankan bisnis oriflame dirumah saja.
Bisnis saya di www.gajirumahan.com
Rabu, 27 November 2013
Untuk Pindah dari Zona Nyaman ke Zona yg Lebih Nyaman itu Memang Dibutuhkan Perjuangan
Ingat 5 taun yang lalu sesudah
menikah, aku kerja suami kerja, kebayang enak kan ya, punya dua sumber
penghasilan, meskipun masih tinggal ngontrak di dekat kantor...buat aku
itu nyaman banget, karena kita gak perlu cape2 menempuh perjalanan yg
jauh untuk ke kekantor..
Tapi, ketika memikirkan masa depan keluarga, ketika punya
anak kelak, "masa sih mau tinggal dikontrakan seperti ini terus,
kita (aku dan suami) sih enak, kan ke kantornya jadi deket, tapi kasian
anak2 kita nanti, sumpek, ga ada lapangan kosong untuk bermain, udara
tengah kota yg pengap, panas, pokoknya ga baik untuk perkembangan anak".
Dari keadaan ituaku berfikir untuk berani keluar dari zona nyaman (kekantor deket),
mencari tempat tinggal yg lebih layak, segar buat anak2.
Ya memang,
butuh pengorbanan untuk mendapat zona yg lebih nyaman lagi..
Pengorbanan kita untuk mendapatkan zona yg lebih nyaman itu, kita harus
lebih pagi untuk berangkat ke kantor, berdempet2an naik krl, karena
jarak rumah dan kantor yg lebih jauh.
Setelah mecapai
kondisi tersebut, hidup sudah nyaman buat saya, tinggal di tempat yg
asri, punya anak, punya pekerjaan..tiap bulan kami menerima uang dr gaji
saya dan gaji suami. Buat kami, pengahsilan sudah cukup, bisa memenuhi
semua kebutuhan kami. Tapi hidup itu bukan melulu soal materi, ada
sesuatu yg kurang, ketika saya harus pergi pagi meninggalkan bayi mungil
yg lucu, dan pulang malam hari, ketika bayi yg lucu itu sudah
mengantuk....bayiku, anak pertamaku aqila-ku.
Rasany sangat dilema mengalami hal seperti ini, di satu sisi aku ingin bekerja, menghasilkn uang dari keringat sendiri, disisi lain aku ini seorang ibu, ingin berperan layaknya seorang ibu, mengurus, mengasuh, mendidik anak dengan tangan senidri, melihat setiap perkembangan yg dilewati anak...aku ingin itu semua...
Hidup itu pilihan, pada saat itu aku memilih untuk keluar dari zona nyaman..untuk mencapai zona yg lebih nyaman lagi..
Rasany sangat dilema mengalami hal seperti ini, di satu sisi aku ingin bekerja, menghasilkn uang dari keringat sendiri, disisi lain aku ini seorang ibu, ingin berperan layaknya seorang ibu, mengurus, mengasuh, mendidik anak dengan tangan senidri, melihat setiap perkembangan yg dilewati anak...aku ingin itu semua...
Hidup itu pilihan, pada saat itu aku memilih untuk keluar dari zona nyaman..untuk mencapai zona yg lebih nyaman lagi..
Aku memilih melepaskan pekerjaan yg sudah aku impikan sejak dulu, pekerjaan sebagai
karyawan sebuah perusahaan telekomuniksi...(bekerja sesuai background
pendidikan, lulusan teknik telekomunikasi bekerja di perusahaan telekomunikasi dong..wkwkwkwwk, meskipun kerjaanya hanya
sebagai admin..hehehe)
Aku harus siap dengan pilihan yg aku ambil ini, siap hanya mempynyai 1 sumber gaji, hanya dari suami saja...
Pastinya kaget ya, ibaratnya biasa menerima 2, jadi nerima 1...tp tetep aku lakukan, untuk mendapatkan zona yg lebih nyaman lagi...
Pastinya kaget ya, ibaratnya biasa menerima 2, jadi nerima 1...tp tetep aku lakukan, untuk mendapatkan zona yg lebih nyaman lagi...
Zona/keadaan dimana aku hanya tinggal dirumah, mengurus keluarga, mengasuh, mendidik anak, melakukan hobiku, masak.
Resign itu tidak sembarang resign ya, sudah aku persiapkan matang2, aku sudah mempersiapkan sebuah bisnis untuk menggantikan penghasilanku sebagai karyawan, aku mencoba gabung oriflame...karena melihat teman2
ku yg sukses di oriflame, mendapatkan penghasilan jutaan hanya dengan
bekerja dirumah..
Dalam benaku saat itu "waah ini bisa mengganti pekerjaan aku yg dulu nih, aku
masih tetep bisa mendapatkan gaji lagi meskipun sudah beerenti kerja
nih.."
Waktu itu aku cuma berfikir mendapatkan gajinya saja,
tidak berfikir bahwa untuk mendapatkan gaji itu memang harus dibutuhkan
kerja, meskipun bisa dilakukan dirumah saja, tetap saja harus ada
"kerja"...
Jadi setelah gabung, rasanya males banget untuk melakukan bisnisnya, aku hanya ingin menikmati hidup, leha2, cuma bermain-main sama anak, ga mau ribet ngurusin kerjaan yg lain..
Waktu berlangsung begitu lama, hampir 4 taun, dan aku sudah mempunyai 2 anak, tp keadaan aku tidak berubah, tetep menunggu gaji yg diberikan suami tiap bulanya....
Waktu berlangsung begitu lama, hampir 4 taun, dan aku sudah mempunyai 2 anak, tp keadaan aku tidak berubah, tetep menunggu gaji yg diberikan suami tiap bulanya....
bukanya tidak
bersyukur ya, aku cuma ingin mendapatkan keadaan yg lebih baik lagi, untuk
suami, anak2, orang tua, sodara2..
Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari zona yg sangat nyaman buatku ini, hanya dia dirumah, mengurus anak2, melakukan hobi, ga pusing2 mikirin kerjaan. Aku gabung oriflame lagi, dimana pasti akan lebih menyibukanku dirumah, yg tadinya mau tidur tinggal tidur, makan tinggal makan, sekarang harus benar2 memanfaatkan waktu sebaik mungkin, menggunakan waktu kosong untuk mengurus pekerjaanku di oriflame.
Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari zona yg sangat nyaman buatku ini, hanya dia dirumah, mengurus anak2, melakukan hobi, ga pusing2 mikirin kerjaan. Aku gabung oriflame lagi, dimana pasti akan lebih menyibukanku dirumah, yg tadinya mau tidur tinggal tidur, makan tinggal makan, sekarang harus benar2 memanfaatkan waktu sebaik mungkin, menggunakan waktu kosong untuk mengurus pekerjaanku di oriflame.
Seperti sekarang ini nih, ketika anak keduaku tidur, dan anak pertamaku sedang asik bermain, aku sempatkan untuk bekerja di depan laptop, dirumah saja....
Ini anak keduaku, Afan, dia lagi asik bobo.."mimpi indah ya de',
ibu kerja dulu, nyari sebongkah berlian heheeh :)"
Kalo ini anak pertamaku, Aqila, cantik, lucu, cabi.
Tapi kelakuanya aneh..udah makan, mandi, siang2 pengen pake baju tidur,
"yo wis, karepmu, yg ngerasain gerah kan km sendiri yg ngerasain.." :0
o iya, 2 jam sebelumnya dia sudah makan, dan sekarang minta makan lagi :P
dan senengnya itu nempelll terus sama ibunya...
Balik lagi ke pilihan....
Ya semuanya itu pilihan, ini adalah pilihanku sekarang, gabung oriflame, untuk mendaparkan zona yg lebih nyamab lagi..
Kali ini, gabungnya bukan asal gabung ya, udah tau kewajiban yg harus saya lakukan untuk mengembangkan bisnis ini. Buka seperti dulu, sesudah gabung diem saja, ga
ngapa2in, dan akhirnya gak dapet apa2 juga, hehehe...
Untuk mendapatkan bonus yg ada dioriflame itu ya memang dibutuhkan kerja, action..tanpa itu ya ga akan dapet apa..
Untuk mendapatkan bonus yg ada dioriflame itu ya memang dibutuhkan kerja, action..tanpa itu ya ga akan dapet apa..
Yang mau keluar
dari zona nyaman untuk mencapai zona yg lebih nyaman lagi lewat Oriflame
dBC Network, mau serius menjalakan bisnis nya, hubungiaku yuk...
Atik Fatmawati, Pin BB 746B4047
Langganan:
Postingan (Atom)


