Senin, 23 Desember 2013
Bolkus Pandan Lapis Lemon
Tanggal tua nih...persedian bahan baku menipis...tapi anakku lagi seneg banget gemil, terutama anak bungsu ku, soalnya dia susah banget makan nasi, jadi pelariaya itu ngemill...
Memafaatkan bahan2 yang ada, telor cuma 3 butir, whipped cream sisa praktek bersama teman, jeruk nipis pemberian tukang sayur, hihihihi :)
Tapi alhamdulillah rasaya ennakk...sudah lama aku pegen bikin kue degan rasa seperti ini, mais lembut bercampur asem...ennnakkk....
Bahan A:
3 butir telur
140 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt emulsifier
Bahan Lain :
125 gr tepung terigu
90 ml santan instan, aku pake santan Bumas 90 ml
1/2 sdt pasta pandan
Cara :
Kocok bahan A sampai kental dan berjejak. Masukan tepung terigu, aduk rata. Masukan santan, aduk rata.
Bagi adona menjadi 3 bagia sama banyak, lalu kukus sampai matang, kira 10 menit
Cara Membuat Whipped Cream :
100 whipping bubuk Haan
200 ml air digi
40 gr gula bubuk
1 sdm jeruk nipis/ lemon,
kocok semua bahan hingga kaku
Penataan :
Ambil satu lapis bolu lalu olesi dengan whipped cream, ulangi langkah tersebut sampai lapis ke tiga..
Olesi semua permukaan bolu degan whipped cream, hias sesuai selera.
Sabtu, 21 Desember 2013
Bakso Kotak (Bakso Ikan Tongkol Bayam)
Ada persedian filet ikan tongkol di freezer bingung mau diapain, pengenya bikin pempek sih, tapi males bikin cukonya...iseng2 bikin bakso dari ikan tongkol...
Wangi dan rasanya itu khas banget..inget klo lagi di bandung, suka beli bakso ikan tongkol di abang2 yg lewat di depan rumah ibuku, ennakkk... tapi ibuku suka sering melarang, "ih ngapain sih beli bakso kaya gtu, jangan beli bakso kaya gitu lagi !!" ibu itu khawatir ttg kandungan yg di ada di dalam bakso ikan itu, khawatir klo ikan yg dipakai itu ikan busuk, belom lagi klo ditambah bahan yg aneh2, mengingat harga satu kantong plastik nya itu cuma 1000 rupiah, hihihihi..
Sekarang klo kangen bakso ikan, tinggal bikin sendiri deh :))
Bahan bakso ;
200 gr daging ikan tongkol, haluskan
2 sdm tepung sagu
1 butir putih telur
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
1/2 sdt kaldu ayam bubuk *optional
1 ikat bayam, iris tipis
Cara Membuat :
- Campur semua bahan bakso kecuali bayam, aduk sampai rata. Masukan bayam yg sudah di iris, aduk rata. Masukan adonan ke dalam loyang lalu kukus. Setelah matang, keluarkan dari cetakan, potong2 kotak
- Untuk penyajian dan kuah seseuai selera aja ya :)
Getuk Goreng
Memang enak punya tetangga yg hobinya sama..hobi bikin cemilan :)
Ini resep getuk goreng dari tetanggaku...rasanya enakk...
Bahan :
600 gr singkong
15 gr margarin
75 gr gula pasir
75 gr kelapa parut
1/2 sdt garam
Bahan Isi :
Gula merah secukupnya, iris halus
Adonan Kulit :
200 gr terigu
1/4 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
air secukunya
ampur semua adonan, beri air sedikit demi sedikit, sampai adonan mempunya kekentalan sesuai dengan yang diinginkan. (seperti bikin adonan buat kulit pisang goreng loh..)
Cara membuat:
1. Kukus singkong sampai empuk. Panas2 haluskan dengan margarin dan gula pasir
2. Aduk dengan kelapa parut.
3. Pipihkan adonan, beri bahan isi, bulatkan. Lakukan sampai bahan habis
4. Celupkan ke adonan kulit satu persatu, goreng sampai matang
Kamis, 19 Desember 2013
Bakso Kotak Brokoli
Bahan bakso ;
200 gr dada ayam tanpa tulang, haluskan
2 sdm tepung sagu
1 butir putih telur
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
3 butir bawang putih, haluskan (klo aku ngehalusin bawang putihnya, jadi pas blender ayamnya aku masukin bawang putih, jadi ga usah ngulek diulekan)
1 bonggol brokoli ukuran kecil, siangi
Bahan Pelengkap :
1 keping bihun jagung, rendam air panas
1 tangkai daun bawang, iris 1 tangkai seledri, iris
1 liter air untuk kuah
Bumbu untuk kuah:
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula
1 sdt kaldu ayam bubuk
Cara Membuat :
- Campur semua bahan bakso kecuali brokoli, aduk sampai rata. Masukan brokoli yg sudah disiangi, aduk rata. Masukan adonan ke dalam loyang lalu kukus. Setelah matang, keluarkan dari cetakan, potong2 kotak
- Untuk kuah, didihkan air. kemdian masukan bumbu kuah, bakso yg sudah dipotong2, daun bawang dan seledri, aduk. tunggu sampai mendidih lagi, kemudian masukan bihun. icip2 sampai rasa oke..
Jumat, 13 Desember 2013
Roti Oatmeal
resep ini modifikasi dari resep roti rakyat tanpa telor
Bahan Dasar:
400 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr oat meal, haluskan
1/4sdt Garam
130 gr gula pasir
50 gr margarin
6 gr ragi instan
300 ml air 280ml dg mixer
untuk cara membuat sama dengan
Cara membuat roti oatmeal ini sama dengan membuat roti rakyat tanpa telor
Cara membuat roti oatmeal ini sama dengan membuat roti rakyat tanpa telor
Pisang Uli
Buat aku pisang uli ini adalah harta karun :). Klo nemu pisang uli ini bawaan seneng..nemu dipasar, nemu di pingir jalan bahkan nemu di kebon orang..bawaany pengen borong aja hihihi...
apalagi klo liat pisangnya bagus2, meskipun dirumah udah ada stok, bawaanya pengen beli aja deh..
Kenapa aku suka pisang uli dibanding jenis pisang yg lain???
karena pisang ini fleksible, bisa dibikin apa aja...
Mau di makan mentah2 oke, mau dipanggang trus ditaburi meses +keju oke, mau goreng tanpa terigu oke, mau digeoreng pake terigu oke, mau di bikin pisang molen oke, mau di bikin untuk isian roti oke, mau dibikin pisang aroma oke, bahkan dibikin kolak juga bisa....pokoknya dibikin apa aja kayanya bisa deh...
Pisang uli ini rasanya manis tanpa kecut dan "kesed"..
Kadang klo bikin pisang aroma atau molen itu, luarnya udah gosong tapi dalemnya(pisangnya) blom mateng..
nah klo pake pisang uli ini ga perlu khawatir dalemnya(pisangnya) blom mateng deh..karena pada dasarnya pisang uli ini enak juga dimakan mentah2...
Harga pisang uli ini lebih murah dibanding dengan harga pisang kepok atau pisang tanduk...satu sisir pisang uli biasnya berharga 5.000-10.000 rupiah. Nah klo pisang uli yg ada difoto ini harganya 7.000
Pokoknya, intinya, tenang deh klo dirumah udah ada stok pisang uli ini, mau bikin apa aja hayuuu.... :)))
Kamis, 12 Desember 2013
Vaksin Haram?
Sekarang ini kan lagi heboh membahas tentang kandungan babi didalam obat, termasuk vaksin untuk imunisasi… bikin galau…bingung…resah…
Tapi setelah baca stautusnya dokter Arifianto Apin di facebook jadi jelas deh…
Berikut statusnya dokter Apin di fb, silakan dibaca, semoga membantu :
“Bismillah...
Karena banyak yg tampaknya bingung dg kabar keharaman vaksin, maka saya coba share pemahaman yg saya punya. Sebagai seorang tenaga kesehatan yg rutin mengimunisasi banyak anak, orangtua, dan anak-anak saya sendiri tentunya, saya kelak akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan saya di Hari Akhir kelak, termasuk dlm hal mengimunisasi.
Untuk itu saya menggali banyak referensi dan menyimpulkannya:
1. Prinsipnya, hukum kehalalan vaksin berdasarkan 3 hal:
- Istihalah: yaitu sesuatu yg sudah berubah dr sifat aslinya. Yg awalnya haram, menjadi tidak haram. Misal: babi dg seluruh komponennya yg haram, ketika berubah menjadi gelatin yg digunakan sbg stabilizer dlm vaksin (atau cangkang kapsul) menjadi tidak haram, karena sudah berubah dr sifat aslinya. Mengenai hal ini pernah diadakan konferensi ulama internasional yg memutuskannya. Link-nya pernah saya share di grup Gesamun.
- Istihlak: yaitu sesuatu yg najis/haram, ketika tercampur dengan bahan lain yg suci (terlarut) dlm jumlah besar, maka menjadi tidak najis/haram lg. Misal: tripsin dari pankreas babi (porcine) yg digunakan dlm proses awal pembuatan vaksin, akan dibersihkan hingga tidak terdeteksi dlm produk akhir vaksin.
- Dhorurot (darurat): yaitu ketika "terdesak" dan tdk ada pilihan lain. Ini yg paling sering digunakan oleh Komisi Fatwa MUI kita. Dasarnya adlh Quran surat Al Baqoroh 173, Al An'aam 145, dan An Nahl 115.
2. Bagaimana praktiknya dlm vaksin? Bahan bersumber babi digunakan dlm 2 kondisi:
- Sbg tripsin yg digunakan dlm kultur sel (silakan baca ttg vaccine cell culture di google) awal. Tujuannya utk melepaskan virus yg sdh dibiakkan dr wadah "bulk", agar virus dpt digunakan dlm proses selanjutnya. Tripsin ini jg dapat menghasilkan "biakan" bakteri yg banyak, utk digunakan dlm proses selanjutnya.
Berikutnya tripsin harus dicuci sampai bersih, karena bila tdk dicuci, tripsin adlh enzim yg bersifat sbg kataliaator yg akhirnya jg dapat merusak vaksin.
Dlm produk akhir vaksin yg disuntikkan/diteteskan ke dlm tubuh manusia, kandungan tripsin babi ini sudah tidak ada. Prinsipnya istihlak.
Contoh vaksin virus yg menggunakan tripsin porcine: polio dan rotavirus.
Contoh vaksin bakteri: meningokokus. FYI, bakteri meningokokus yg digunakan dlm vaksin pun bukan bakteri utuh, tapi hanya "dinding" polisakaridanya saja.
- Porcine digunakan sbg stabilizer yg ADA dlm produk akhir vaksin yg masuk dlm tubuh manusia. Stabilizer digunakan utk menjaga kualitas dan keawetan vaksin, shg vaksin yg disuntikkan tetap baik dlm memicu respon antibodi.
Produk ini pun tidak dinyatakan haram dan boleh digunakan berdasar fatwa ulama. Prinsipnya istihalah.
Contoh vaksinnya adlh MMR dan varisela produksi Merck (banyak digunakan oleh saudara2 kita di US). Di Indonesia, vaksin MMR produksi Sanofi (Trimovax) dan varisela produksi Sanofi (Okavax) dan GSK (Varilrix), sejauh pengamatan saya tidak menggunakan porcine sbg stabilizer, terapi menggunakan bahan lain. Ini pernah saya bahas jg di grup Gesamun.
3. Dlm wawancara saya dg seorang anggota tim ahli LP POM MUI (doktor di bidang bioteknologi) yg pernah dikirim utk melihat proses pembuatan vaksin meningokokus, beliau mengutip jg bbrp ayat dalil hukum darurat di atas. Bila dilihat konteksnya: ayat tsb digunakan dlm konteks makanan yg dikonsumsi utk menyambung kelangsungan hidup. Vaksin tidak sama dlm hal ini. Vaksin disuntikkan/diteteskan utk memicu respon antibodi dlm jumlah yg sangat sangat sedikit (0,5-1 ml). Maka tidak sepatutnya vaksin dilabelisasi haram.
4. Dari berbagai informasi yg saya dapat dan cerna, saya menyimpulkan tidak semua narasumber dr MUI yg diwawancara media paham masalah ini. Yg terjadi malah meresahkan masyarakat. Padahal sudah banyak ulama berkaliber internasional yg mendukung program imunisasi. Sejawat dr. Raehanul Bahraen sudah membahasnya dlm blognya di www.muslimafiyah.com
Mungkin Komisi Fatwa MUI kita perlu belajar dr negara2 lain yg tidak menggunakan prinsip darurat dlm memberikan sertifikat halal. Tapi kalaupun tetap dg prinsip darurat, toh ini juga diakui dlm fikih Islam.
5. Terakhir, mengapa menggunakan porcine? Dari wawancara dg narasumber lain seorang vaksinolog senior, porcine digunakan karena menghasilkan "biakan" kuman yg baik kualitasnya. Tentunya tujuan akhir imunisasi adalah mengeradikasi (memusnahkan/menghilangkan) penyakit, sehingga butuh vaksin dg kualitas terbaik. Tapi saat ini ilmuwan jg berusaha mengembangkan vaksin yg tidak menggunakan porcine lg. Sementara ini, bila belum ada alternatif lain dan ingin berhukum dg prinsip darurat, maka dibenarkan.
Vaksin adlh produk biologis yg dikembangkan lewat proses ratusan tahun dan memakan biaya sangat besar dlm memproduksinya. Tidak mudah jika tiba-tiba orang-orang asal bicara: "ayo dong, cari penggantinya. Buat yg baru. Bla bla bla".
Sehingga kesimpulan akhir saya: semua vaksin yg ada saat ini halal utk digunakan. Bila ada alternatif lain yg tidak bersentuhan sama sekali dg porcine, maka silakan gunakan.
Islam adlh agama yg menghendaki kemaslahatan dan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Imunisasi memberikan kemaslahatan ini. Maka saya yakin, Islam mendukungnya
Wallahu a'lam.Saya mohon maaf atas segala kesalahan. Yg benar datangnya dr Alloh, yg salah dr saya selaku hamba yg lemah dan bodoh.
-ditulis sepanjang Psr Rebo – Ciputat”
Karena banyak yg tampaknya bingung dg kabar keharaman vaksin, maka saya coba share pemahaman yg saya punya. Sebagai seorang tenaga kesehatan yg rutin mengimunisasi banyak anak, orangtua, dan anak-anak saya sendiri tentunya, saya kelak akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan saya di Hari Akhir kelak, termasuk dlm hal mengimunisasi.
Untuk itu saya menggali banyak referensi dan menyimpulkannya:
1. Prinsipnya, hukum kehalalan vaksin berdasarkan 3 hal:
- Istihalah: yaitu sesuatu yg sudah berubah dr sifat aslinya. Yg awalnya haram, menjadi tidak haram. Misal: babi dg seluruh komponennya yg haram, ketika berubah menjadi gelatin yg digunakan sbg stabilizer dlm vaksin (atau cangkang kapsul) menjadi tidak haram, karena sudah berubah dr sifat aslinya. Mengenai hal ini pernah diadakan konferensi ulama internasional yg memutuskannya. Link-nya pernah saya share di grup Gesamun.
- Istihlak: yaitu sesuatu yg najis/haram, ketika tercampur dengan bahan lain yg suci (terlarut) dlm jumlah besar, maka menjadi tidak najis/haram lg. Misal: tripsin dari pankreas babi (porcine) yg digunakan dlm proses awal pembuatan vaksin, akan dibersihkan hingga tidak terdeteksi dlm produk akhir vaksin.
- Dhorurot (darurat): yaitu ketika "terdesak" dan tdk ada pilihan lain. Ini yg paling sering digunakan oleh Komisi Fatwa MUI kita. Dasarnya adlh Quran surat Al Baqoroh 173, Al An'aam 145, dan An Nahl 115.
2. Bagaimana praktiknya dlm vaksin? Bahan bersumber babi digunakan dlm 2 kondisi:
- Sbg tripsin yg digunakan dlm kultur sel (silakan baca ttg vaccine cell culture di google) awal. Tujuannya utk melepaskan virus yg sdh dibiakkan dr wadah "bulk", agar virus dpt digunakan dlm proses selanjutnya. Tripsin ini jg dapat menghasilkan "biakan" bakteri yg banyak, utk digunakan dlm proses selanjutnya.
Berikutnya tripsin harus dicuci sampai bersih, karena bila tdk dicuci, tripsin adlh enzim yg bersifat sbg kataliaator yg akhirnya jg dapat merusak vaksin.
Dlm produk akhir vaksin yg disuntikkan/diteteskan ke dlm tubuh manusia, kandungan tripsin babi ini sudah tidak ada. Prinsipnya istihlak.
Contoh vaksin virus yg menggunakan tripsin porcine: polio dan rotavirus.
Contoh vaksin bakteri: meningokokus. FYI, bakteri meningokokus yg digunakan dlm vaksin pun bukan bakteri utuh, tapi hanya "dinding" polisakaridanya saja.
- Porcine digunakan sbg stabilizer yg ADA dlm produk akhir vaksin yg masuk dlm tubuh manusia. Stabilizer digunakan utk menjaga kualitas dan keawetan vaksin, shg vaksin yg disuntikkan tetap baik dlm memicu respon antibodi.
Produk ini pun tidak dinyatakan haram dan boleh digunakan berdasar fatwa ulama. Prinsipnya istihalah.
Contoh vaksinnya adlh MMR dan varisela produksi Merck (banyak digunakan oleh saudara2 kita di US). Di Indonesia, vaksin MMR produksi Sanofi (Trimovax) dan varisela produksi Sanofi (Okavax) dan GSK (Varilrix), sejauh pengamatan saya tidak menggunakan porcine sbg stabilizer, terapi menggunakan bahan lain. Ini pernah saya bahas jg di grup Gesamun.
3. Dlm wawancara saya dg seorang anggota tim ahli LP POM MUI (doktor di bidang bioteknologi) yg pernah dikirim utk melihat proses pembuatan vaksin meningokokus, beliau mengutip jg bbrp ayat dalil hukum darurat di atas. Bila dilihat konteksnya: ayat tsb digunakan dlm konteks makanan yg dikonsumsi utk menyambung kelangsungan hidup. Vaksin tidak sama dlm hal ini. Vaksin disuntikkan/diteteskan utk memicu respon antibodi dlm jumlah yg sangat sangat sedikit (0,5-1 ml). Maka tidak sepatutnya vaksin dilabelisasi haram.
4. Dari berbagai informasi yg saya dapat dan cerna, saya menyimpulkan tidak semua narasumber dr MUI yg diwawancara media paham masalah ini. Yg terjadi malah meresahkan masyarakat. Padahal sudah banyak ulama berkaliber internasional yg mendukung program imunisasi. Sejawat dr. Raehanul Bahraen sudah membahasnya dlm blognya di www.muslimafiyah.com
Mungkin Komisi Fatwa MUI kita perlu belajar dr negara2 lain yg tidak menggunakan prinsip darurat dlm memberikan sertifikat halal. Tapi kalaupun tetap dg prinsip darurat, toh ini juga diakui dlm fikih Islam.
5. Terakhir, mengapa menggunakan porcine? Dari wawancara dg narasumber lain seorang vaksinolog senior, porcine digunakan karena menghasilkan "biakan" kuman yg baik kualitasnya. Tentunya tujuan akhir imunisasi adalah mengeradikasi (memusnahkan/menghilangkan) penyakit, sehingga butuh vaksin dg kualitas terbaik. Tapi saat ini ilmuwan jg berusaha mengembangkan vaksin yg tidak menggunakan porcine lg. Sementara ini, bila belum ada alternatif lain dan ingin berhukum dg prinsip darurat, maka dibenarkan.
Vaksin adlh produk biologis yg dikembangkan lewat proses ratusan tahun dan memakan biaya sangat besar dlm memproduksinya. Tidak mudah jika tiba-tiba orang-orang asal bicara: "ayo dong, cari penggantinya. Buat yg baru. Bla bla bla".
Sehingga kesimpulan akhir saya: semua vaksin yg ada saat ini halal utk digunakan. Bila ada alternatif lain yg tidak bersentuhan sama sekali dg porcine, maka silakan gunakan.
Islam adlh agama yg menghendaki kemaslahatan dan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Imunisasi memberikan kemaslahatan ini. Maka saya yakin, Islam mendukungnya
Wallahu a'lam.Saya mohon maaf atas segala kesalahan. Yg benar datangnya dr Alloh, yg salah dr saya selaku hamba yg lemah dan bodoh.
-ditulis sepanjang Psr Rebo – Ciputat”
Langganan:
Postingan (Atom)










